1 Petrus 5:7-11
“Janganlah kuatir akan hidupmu…?”
Norman Mailer seorang penulis Amerika kenamaan mengatakan bahwa manusia
saat ini senantiasa diliputi oleh kecemasan. Tetapi menurutnya kekuatiran dan
kecemasan itu adalah alamiah. Biasa! Bahkan merupakan ciri khas manusia abad
super modern ini. Benarkah pendapat penulis itu?
Kenyataannya kecemasan memang telah menjadi masalah manusia
saat ini. Parahnya, kecemasan itu tidak hanya milik manusia duniawi saja,
tetapi juga milik sebagian besar manusia yang menyatakan diri percaya Yesus.
Mengerikan, tetapi begitulah kenyataannya. Haruskah kita takluk pada hidup di
bawah bayang-bayang kecemasan dan ketakutan? Tentu tidak sebab jika demikian
maka sia-sialah iman kita.
Persoalan kecemasan jika dicermati ternyata bukan sekedar
persoalan psikis semata, tapi merupakan suatu masalah rohani yang serius dan
perlu diatasi. Menurut hamba-hamba Tuhan yang meneliti tentang hal ini,
ternyata kecemasan disebabkan oleh kurangnya kekuatan rohani, dan hanya dapat
dihilangkan dengan kekuatan rohani pula, yaitu oleh Roh Kudus Tuhan.
Kecemasan merupakan keadaan emosi yang menimbulkan perasaan
takut berlebihan akan tertimpa bahaya, kehilangan sesuatu yang berharga atau
gagal mencapai suatu sasaran. Sekalipun begitu, kecemasan tidak sekedar
pengalaman emosional semata. Kecemasan mempengaruhi dan menghambat keefektifan
kegiatan manusia. Sebagai orang Kristen kita harus senantiasa bertumbuh menjadi
dewasa. Kecemasan dan ketakutan itu melemahkan iman dan mengurangi kesaksian
Kristiani bahkan dapat membuat manusia menyangkal Tuhan.
Saudaraku terkasih, kecemasan itu sangat merusak iman.
Karena itu jemaat Tuhan di zaman Petrus menyadari hal itu dan mereka hidup
tanpa kecemasan karena tahu bahwa hidup itu ada di tangan Tuhan(Filipi 4:6; 1
Petrus 5:7). Kecemasan seperti singa yang mencari mangsa(ayat 8), karena itu
perlu dilawan dengan iman(ayat 9) agar Kristus melengkapi, meneguhkan, menguatkan
dan mengokohkan kita untuk menerima kemuliaan kekal(ayat 10). Amin!

No comments:
Post a Comment